No. Inv.
: -
Nama Benda Koleksi
: Wayang Dupara
Jenis Koleksi
: Etnografika | Kulit
Deskripsi:
Wayang ini diciptakan oleh RM Danuatmadja, seorang bangsawan Surakarta dibuat pada tahun ±1830 an Masehi. Wayang Dupara berasal dari kata Andupara yang artinya aneh dan dipergunakan untuk cerita – cerita babad Demak, Pajang, Mataram hingga Kartasura. Salah satu cerita yang diminati penggemar wayang dupara ini salah satunya cerita tentang Arya Panangsang yang tercantum dalam beberapa serat dan babad yang ditulis ulang pada periode bahasa Jawa Baru (abad ke-19), seperti Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda. Menurut Serat Kanda, Ayah dari Arya Penangsang adalah Raden Kikin ( Pangeran Sekar), putra Raden Patah raja Demak pertama dan Ibunya putri bupati Jipang. Selain itu Arya Penangsang juga memiliki saudara lain ibu bernama Arya Mataram. Pada tahun 1521 anak Raden Patah yang bernama Adipati Kudus (orang Portugis menyebutnya Pate Unus atau Pangeran Sabrang Lor melakukan penyerangan ke Malaka yang dikuasai Portugis) gugur dalam perang. Kedua adiknya, yaitu Raden Kikin dan Raden Trenggana berebut takhta. Raden Mukmin atau Sunan Prawoto (putra pertama Raden Trenggana) membunuh Raden Kikin sepulang salat Jumat di tepi sunga yang selanjutnya terkenal dengan sebutan Pangeran Sekar Seda ing Lepen ("Bunga yang gugur di sungai").


